Cara Mengatasi Anak Masih Mengompol
Pengasuhan Positif | 08 Sep 2025 | Athree | Dilihat 70x
Bagikan artikel ini:
Rumahpulih.com - Halo Bunda, pernahkah merasa bingung atau khawatir karena si kecil masih suka mengompol di malam hari?
Banyak orang tua mengalami hal yang sama, jadi Bunda tidak sendiri. Mengompol atau yang sering disebut enuresis adalah kondisi ketika anak buang air kecil secara tidak sadar saat tidur.
Walaupun sering membuat orang tua kesel dan cemas, sebetulnya ini adalah hal yang umum terjadi. Menurut penelitian, sekitar 15–20% anak usia 5 tahun masih mengalami enuresis malam. Angka ini akan berkurang seiring pertambahan usia.
Mengompol bukan tanda anak malas, nakal, atau tidak mau belajar ya bun. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi kondisi ini. Sebelum Bunda mencari cara mengatasi anak masih mengompol, ada baiknya kita memahami dulu apa saja penyebabnya ya.
Beberapa anak memiliki kandung kemih yang belum berkembang dengan optimal. Artinya, kandung kemih mereka belum mampu menahan banyak urine semalaman.
Selain itu, ada juga anak yang tidur terlalu lelap sehingga tidak sadar ketika kandung kemihnya penuh.
Faktor keturunan juga cukup berpengaruh. Jika Bunda atau Ayah dulu pernah mengompol saat kecil, kemungkinan besar si kecil juga akan mengalami hal yang sama.
Produksi urine berlebih di malam hari juga bisa menjadi salah satu penyebab anak masih mengompol. Tubuh anak menghasilkan lebih banyak urine sehingga kandung kemih cepat penuh, sementara kontrol diri belum sempurna.
Selain itu, faktor emosional juga berperan. Anak yang sedang mengalami perubahan besar dalam hidup, seperti pindah rumah, kehadiran adik baru, atau masuk sekolah, bisa mengalami stres yang memicu kembali kebiasaan mengompol.
Sekarang, mari kita bahas bersama beberapa langkah sederhana yang bisa Bunda coba untuk membantu si kecil. Cara mengatasi anak masih mengompol cukup sederhana tetapi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan tentunya kasih sayang.
Pertama, kurangi minuman sebelum tidur.
Coba bunda untuk membatasi konsumsi air, susu, atau minuman manis sekitar satu hingga dua jam sebelum anak tidur. Hal ini akan mengurangi risiko kandung kemih terlalu penuh di malam hari.
Kedua, biasakan anak ke toilet sebelum tidur.
Rutinitas sederhana ini membantu memastikan kandung kemih kosong sebelum mereka beristirahat.
Ketiga, gunakan alarm enuresis.
Beberapa orang tua menggunakan alat ini untuk melatih anak agar bisa bangun ketika kandung kemih penuh. Alarm akan berbunyi ketika kasur mulai basah, sehingga anak perlahan terbiasa mengenali rasa ingin buang air kecil.
Keempat, selalu berikan dukungan, bukan hukuman.
Jangan memarahi anak karena mengompol. Ingat, ini bukan kesalahan mereka. Sebaliknya, Bunda bisa memberikan semangat dengan kata-kata positif seperti, “Tidak apa-apa, Nak, besok kita coba lagi.”
Kelima, atur pola tidur yang sehat.
Tidur yang cukup dengan jadwal teratur dapat membantu tubuh anak beradaptasi lebih baik.
Keenam, bila anak sudah berusia 7 tahun ke atas dan masih sering mengompol, ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis urologi untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.
Ada penelitian menarik yang bisa jadi pegangan untuk Bunda. Neveus dan timnya (2010) dalam jurnal European Urology menjelaskan bahwa enuresis adalah kondisi multifaktorial.
Artinya, ada banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari perkembangan saraf kandung kemih, produksi urine di malam hari, hingga pola tidur anak. Karena itulah, penanganan enuresis harus menyeluruh.
Pendekatan yang disarankan mencakup perubahan perilaku sehari-hari, penggunaan alarm enuresis, hingga terapi medis bila diperlukan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan orang tua dalam setiap langkah.
Dari penjelasan ini, dapat kita simpulkan bahwa mengompol adalah bagian dari proses tumbuh kembang anak. Sebagian besar anak akan berhenti dengan sendirinya seiring usia.
Namun, dukungan dan bimbingan orang tua sangat membantu agar proses itu berjalan lebih cepat dan lebih nyaman bagi anak.
Bunda yang hebat, jangan merasa gagal hanya karena si kecil masih mengompol. Ini bukan kesalahan Bunda, dan bukan juga kesalahan anak.
Mengompol adalah bagian dari perjalanan tumbuh kembang yang wajar. Dengan kesabaran, rutinitas yang konsisten, dan dukungan penuh kasih sayang, anak akan belajar mengontrol tubuhnya dan semakin mandiri.
Ingatlah, Bunda. Yang paling dibutuhkan anak dalam fase ini bukan teguran, melainkan pelukan dan semangat dari orang tuanya. Setiap malam basah yang terjadi hanyalah langkah kecil menuju keberhasilan besar di masa depan.
"Jadi, tetaplah mendampingi anak dengan tenang dan hangat, karena dukungan dari Bunda adalah kunci utama untuk membantu si kecil melewati fase ini dengan percaya diri."
#rumahpulih #anakmengompol
Bagikan Artikel Ini