Bagaimana Mendidik Anak Agar Tidak Terjebak Hanya pada Gadget?
Perilaku Anak | 13 Sep 2025 | Athree | Dilihat 54x
Rumahpulih.com - Banyak orang tua mengeluh, “Anakku pulang sekolah bukan langsung ganti baju atau makan, tapi buru-buru pegang HP. Kalau dinasehati malah balik membentak. Rasanya rumah jadi penuh tegang tiap hari.”
Situasi ini nyata di banyak keluarga. Anak-anak usia sekolah dasar kini tumbuh di era digital, di mana gadget seakan jadi bagian dari hidup mereka.
Di satu sisi, teknologi bisa membantu belajar, tapi disisi lain, jika tanpa kendali, gadget membuat anak sulit fokus, malas bergerak, dan enggan berinteraksi dengan keluarga.
Penelitian :
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia sekolah dasar idealnya tidak lebih dari 1–2 jam screen time per hari. Namun kenyataannya, survei global menunjukkan anak-anak bisa menghabiskan waktu hingga 4–6 jam per hari di depan layar.
Mengapa anak lebih memilih gadget?
Stimulasi instan: game dan video memberi kepuasan cepat.
Kurangnya aktivitas alternatif: anak bingung mau apa selain gadget.
Kurang komunikasi efektif: jika dinasehati dengan nada keras, anak merasa diserang dan melawan.
Orang tua juga sibuk dengan gadget/pekerjaan, sehingga tanpa sadar anak meniru.
Solusi yang Bisa Diterapkan
1. Buat Aturan Waktu Penggunaan HP
Buat kesepakatan waktu penggunaan HP, misalnya hanya setelah makan dan belajar. Gunakan timer agar jelas dan anak terbiasa disiplin.
2. Alihkan dengan Aktivitas Menarik
Sediakan pilihan kegiatan: menggambar, bermain lego, bersepeda, atau ikut ekstrakurikuler. Anak tidak bisa hanya “dilarang”, tetapi perlu diberi pengganti yang menyenangkan.
3. Buat Ritual Keluarga Tanpa Gadget
Misalnya: saat makan bersama, sebelum tidur, atau waktu ibadah. Orang tua juga perlu ikut melepas gadget di momen itu sebagai contoh untuk anak.
4. Komunikasi dengan Empati
Alih-alih menasihati dengan nada tinggi, coba dekati dengan pertanyaan lembut:
“Dek, HP itu seru ya, tapi kalau terlalu lama nanti matanya capek. Yuk, kita main hal lain bareng.”
Anak akan lebih mudah menerima jika merasa dimengerti.
5. Berikan Tanggung Jawab Kecil
Ajarkan anak untuk membereskan tas, ganti baju, atau membantu hal ringan di rumah sebelum bermain gadget. Tanggung jawab membuat mereka lebih mandiri.
6. Gunakan Gadget dengan Bijak
Jika anak sulit lepas total, arahkan gadget untuk hal positif: aplikasi belajar, video edukasi, atau cerita interaktif yang bisa jadi jembatan pembelajaran.
Kesimpulan
Mengurangi ketergantungan anak pada gadget memang butuh kesabaran ekstra. Kuncinya bukan hanya melarang, tapi membuat alternatif yang lebih menarik, memberi aturan yang tegas, dan membangun komunikasi penuh empati.
Anak-anak belajar dari contoh nyata, sehingga peran orang tua dalam memberi teladan sangatlah penting. Dengan langkah kecil yang konsisten, perlahan anak bisa belajar bahwa hidup bukan hanya tentang layar HP, melainkan juga tentang pengalaman, kebersamaan, dan kegiatan nyata di dunia sekitarnya.
Bagikan artikel ini:
Bagikan Artikel Ini