Cinta Ibu yang Tak Pernah Habis
Emosi dan Psikologi | 03 Sep 2025 | Athree | Dilihat 74x
Rumah Pulih - Dibalik sehatnya anak-anak,rapi nya rumah ada seorang ibu yang meneteskan keringat dan air mata. Pekerjaan rumah yang tidak ada kunjung selesai.
Kadang tubuh ingin rebahan sejenak, hati ingin istirahat, namun pikiran terus berputar: “Apa yang belum selesai hari ini? Apa yang harus disiapkan untuk besok?”
Berdasarkan Data dari Penelitian
Sebuah studi di Amerika Serikat (2023) menemukan bahwa 64% ibu mengalami penurunan kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena beban ganda antara rumah tangga dan pengasuhan.
Di Indonesia, riset dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (2022) juga mencatat bahwa 7 dari 10 ibu rumah tangga mengalami gejala “parental burnout”, yaitu kondisi kelelahan emosional akibat tuntutan pengasuhan yang terus-menerus.
Dibalik Lelahnya Cinta Seorang Ibu
Namun di balik semua kelelahan itu, ada cinta yang menggerakkan. Setiap aktivitas yang di dilalui setiap hari, semua dilakukan karena kasih sayang.
Ibu bukan hanya mengurus rumah, tapi juga menjaga hati agar setiap anggota keluarga merasa dicintai dan disayang.
Ibu Pun Butuh Istirahat
Perlu untuk diingat bahwa ibu juga manusia biasa. Seorang ibu berhak merasa lelah, berhak meminta bantuan, bahkan berhak mengambil istirahat untuk dirinya sendiri.
Mengistirahatkan tubuh bukan berarti berhenti mencintai keluarga. Justru dengan mengisi ulang energi, ibu bisa kembali hadir dengan hati yang lebih tenang dan sabar.
Untuk setiap ibu yang sedang merasa letih, percayalah pekerjaanmu mungkin tidak selalu terlihat, namun dampaknya luar biasa besar.
Senyum hangat anak-anakmu, rasa nyaman di rumahmu, dan ikatan keluarga yang kuat itu semua lahir dari ketulusan ibu.
Jangan lupa untuk sesekali meng afirmasi diri dengan berkata:
"Aku sudah berusaha. Aku sudah cukup. Aku adalah ibu yang hebat."
#rumahpulih #burnout #kesehatanmental
Bagikan artikel ini:
Bagikan Artikel Ini