Bagaimana Perkembangan Moral Anak Usia 6 - 9 Tahun

Perilaku Anak | 04 Sep 2025 | Aby | Dilihat 59x

Gambar Artikel

Rumahpulih.com - Sebenarnya apa itu perkembangan moral pada anak?

perkembangan moral pada anak adalah proses penting yang membentuk cara anak memahami benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. 


Pada usia 6 sampai 9 tahun, anak biasanya berada pada tahap yang disebut tahap “orientasi kepentingan diri” (self-interest orientation).


Bunda harus tahu kondisi usia ini, karena anak bunda mulai lebih mandiri dalam berpikir, tetapi cara pandangnya masih sangat dipengaruhi oleh kebutuhan pribadi. Ia sering menanyakan dalam hati:


“Untungnya buat aku apa?”


Dengan kata lain, perilaku moral menurut anak bunda bukanlah soal aturan moral secara umum seperti orang dewasa, tetapi apa yang paling memberikan keuntungan atau kesenangan untuk dirinya.


Selanjutnya bunda juga harus tahu ciri-ciri perkembangan moral pada tahap Ini, anak bunda akan berorientasi pada kebutuhan diri sendiri, lebih peduli pada hal-hal yang menguntungkan dirinya ketimbang keuntungan orang lain maupun sekitarnya. 


Kurang memperhatikan kebutuhan orang lain. Anak akan peduli jika, biasanya hanya karena kebutuhan itu juga berdampak pada dirinya.


Jadi kalo ada orang dewasa yang berperilaku mementingkan kebutuhannya sendiri, bisa dikatakan masih seperti anak-anak. Hehehe..


Sifat timbal balik masih dangkal. Misalnya, “Aku mau berbagi kalau nanti aku juga dikasih balik.”


Keputusan moral pada anak masih pendek, anak akan lebih memilih sesuatu yang menurutnya “enak, cepat, dan menguntungkan.”



Ini contoh Perkembangan Moral Usia 6 - 9 Tahun dalam Kehidupan Sehari-hari :


  • Pada saat berbagi makanan 

Anak mau berbagi camilan hanya karena temannya nanti bisa berbagi mainan juga.


  • Mengerjakan tugas rumah

Ia membantu menyapu bukan karena sadar pentingnya kebersihan, tapi karena setelah itu bisa dapat uang jajan tambahan.


  • Belajar atau mengerjakan PR

Bukan karena ingin bertanggung jawab, melainkan karena takut tidak boleh main game jika tidak dikerjakan.


Oleh karena itu peran kita sebagai orang tua, pada tahap ini adalah fondasi penting untuk anak menuju perkembangan moral yang lebih matang.


Orang tua berperan menanamkan nilai dengan cara:


Memberikan penjelasan sederhana tentang dampak tindakan. Misalnya, “Kalau kamu tidak merapikan mainan, temanmu bisa kesandung dan jatuh.”


Mengajarkan empati. Dorong anak membayangkan perasaan orang lain, misalnya dengan bertanya: “Kalau kamu di posisi dia, bagaimana rasanya?”


Mengaitkan aturan dengan nilai kebaikan. Bukan hanya melarang atau memberi hadiah, tetapi juga menjelaskan “mengapa” aturan itu ada.


Memberikan teladan nyata bagi anak, karena anak lebih cepat meniru daripada hanya mendengar nasihat.


Kesimpulan

Pada usia 6–9 tahun, anak masih berada pada tahap moralitas berorientasi mementingkan kebutuhan diri sendiri, segala tindakan dilihat dari keuntungan yang didapatkan.


Meski begitu, tahap ini wajar dan merupakan bagian dari perjalanan perkembangan moral si anak.


Dengan bimbingan yang terus-menerus, perlahan anak akan belajar bahwa kebaikan tidak hanya tentang “apa untungnya buat aku”, tetapi juga tentang kepedulian terhadap orang lain.


#rumahpulih #perilakuanak #parenting

Iklan Tengah

Bagikan artikel ini:

Bagikan Artikel Ini
Iklan / Sponsor
Iklan
Iklan 2
Iklan Mengambang