Perkembangan Anak Usia Dini Menurut Islam

Pengasuhan Positif | 07 Sep 2025 | Athree | Dilihat 56x

Gambar Artikel

Rumahpulih.com - Para bunda pasti sudah tahu bahwa anak usia dini sering disebut sebagai golden age atau masa keemasan, yaitu periode sejak lahir hingga usia enam tahun.


Pada tahap ini, bunda harus memaksimalkan otak anak agar berkembang dengan pesat dengan pola asuh yang positif, karena apa yang mereka alami akan membekas hingga dewasa.


Dalam islam sebagai agama yang sempurna sudah memberikan banyak tuntunan tentang bagaimana mendidik dan merawat anak sejak usia dini.


Rasulullah SAW menekankan pentingnya kasih sayang, pendidikan akhlak, dan pembiasaan ibadah sejak anak masih kecil.


Dalam Al-Qur’an, Allah ? berfirman:


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim: 6)


Ayat ini menegaskan bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi iman, akhlak, dan moral.


Orang tua bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai tauhid dan akhlak sejak dini, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia.


Rasulullah SAW dikenal sangat lembut dan penuh kasih terhadap anak-anak. Beliau sering memangku cucunya, mencium mereka, bahkan menggendong Hasan dan Husain ketika shalat. Sikap ini menjadi teladan bahwa kasih sayang adalah fondasi perkembangan anak.


Pada ilmu Psikologi modern membuktikan bahwa anak yang mendapat kasih sayang cukup akan tumbuh lebih percaya diri, mampu berinteraksi sosial dengan baik, dan memiliki kesehatan mental yang lebih stabil. Islam telah mencontohkan hal ini sejak 14 abad lalu.


Rasulullah SAW bersabda:


“Ajarkanlah anak-anakmu shalat ketika berusia tujuh tahun...” (HR. Abu Dawud).


Hadits ini menunjukkan bahwa pendidikan ibadah dimulai sejak usia dini. Bukan berarti anak usia 3–5 tahun dipaksa shalat, tetapi mereka diajak mengenal Allah SWT, meniru gerakan shalat, mendengar doa-doa, dan menyaksikan orang tuanya beribadah.


Anak belajar melalui contoh, maka orang tua adalah teladan utama.


Anak usia dini mulai mengenal konsep benar dan salah dari lingkungan terdekatnya. Islam mendorong orang tua untuk menanamkan akhlak mulia melalui pembiasaan, seperti:


  • Membiasakan mengucapkan bismillah sebelum makan.
  • Melatih anak berkata jujur.
  • Membiasakan meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.

Pembiasaan kecil ini akan membentuk akhlak anak ketika dewasa.


Stimulasi Intelektual dalam Islam


Islam juga mendorong umatnya untuk menuntut ilmu sejak kecil. Ada pepatah Arab yang populer: “Belajarlah sejak buaian hingga liang lahat.”


Untuk anak usia dini, stimulasi intelektual bisa berupa:


  • Membacakan kisah nabi dan tokoh Islam.
  • Mengajarkan huruf hijaiyah dengan cara menyenangkan.
  • Bermain sambil belajar (puzzle, menggambar, menyanyi islami).


Dengan stimulasi ini, anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tumbuh dengan identitas keislaman yang kuat.


Peran Lingkungan dan Teladan Bagi Anak Usia Dini


Islam sangat menekankan pentingnya teladan. Anak usia dini belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar.


Jika orang tua sering berkata lembut, anak akan belajar sopan santun. Jika orang tua rajin membaca Al-Qur’an, anak pun akan terbiasa dekat dengan Al-Qur’an.


Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat harus saling mendukung agar perkembangan anak tidak hanya optimal secara fisik dan kognitif, tetapi juga spiritual dan sosial.


Menjaga Keseimbangan Fisik dan Emosi Anak Usia Dini


Islam juga mengajarkan keseimbangan. Rasulullah SAW memberi contoh pentingnya menjaga kesehatan jasmani melalui pola makan halal dan thayyib, serta menganjurkan bermain dan berolahraga.


Anak usia dini butuh ruang bermain yang cukup untuk melatih motorik, sekaligus ruang aman untuk mengekspresikan emosinya.


Orang tua perlu sabar menghadapi tantrum atau rengekan anak, karena itu bagian dari perkembangan. Dengan kasih sayang, komunikasi yang baik, dan doa, anak akan belajar mengelola emosinya secara sehat.


Penutup

Perkembangan anak usia dini menurut Islam bukan hanya soal kecerdasan, tetapi menyangkut iman, akhlak, kasih sayang, dan keseimbangan hidup.


Orang tua dituntut menjadi teladan, penuh kasih, sekaligus konsisten menanamkan nilai-nilai Islam dalam keseharian.


Dengan membesarkan anak sesuai tuntunan Islam, kita bukan hanya membentuk generasi cerdas, tetapi juga generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat. 


Inilah investasi jangka panjang yang paling berharga, sebagaimana doa anak shalih yang kelak menjadi amal jariyah bagi orang tuanya.


#rumahpulih

Iklan Tengah

Bagikan artikel ini:

Bagikan Artikel Ini
Iklan / Sponsor
Iklan
Iklan 2
Iklan Mengambang