Kesehatan Mental Bunda dan Pentingnya Manajemen Keuangan Rumah Tangga
Dukungan Ibu | 08 Sep 2025 | Athree | Dilihat 98x
Rumahpulih.com - Tahukah bunda bahwa kesehatan mental seorang ibu juga dapat sangat dipengaruhi oleh kesehatan keuangan rumah tangga? Ketika kondisi finansial keluarga tidak teratur, sering kali muncul rasa cemas, mudah marah, hingga stres yang mempengaruhi peran bunda dalam mengasuh anak maupun menjaga keharmonisan rumah tangga.
Sebaliknya, jika keuangan keluarga tertata, bunda bisa merasa lebih tenang, fokus, dan punya energi positif untuk menjalani keseharian.
Sebuah penelitian dari American Psychological Association (2022) menunjukkan bahwa 65% orang dewasa menyebut keuangan sebagai salah satu sumber utama stres dalam kehidupan.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Journal of Family and Economic Issues (2020) juga menegaskan bahwa ibu rumah tangga yang mampu mengelola anggaran dengan baik cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih rendah.
Hal ini membuktikan bahwa manajemen keuangan rumah tangga bukan hanya soal angka, tetapi juga erat kaitannya dengan kesehatan mental bunda.
Agar lebih mudah, mari kita belajar bersama istilah-istilah yang sering dipakai dalam manajemen keuangan keluarga.
Dengan memahami istilah ini beserta contohnya, bunda bisa lebih percaya diri mengatur uang rumah tangga, sehingga kesehatan finansial dan kesehatan mental bisa berjalan seimbang.
1. Pemasukan (income)
Pemasukan adalah semua uang yang masuk. Misalnya gaji suami sebesar lima juta rupiah, ditambah penghasilan bunda dari jualan kue lima ratus ribu rupiah. Total enam juta ini adalah pemasukan rumah tangga. Mengetahui jumlah pasti pemasukan membuat bunda lebih mudah menyusun anggaran.
2. Pengeluaran (expense)
Pengeluaran adalah semua uang yang keluar. Contohnya tiga juta untuk belanja bulanan, satu juta untuk uang sekolah anak, dan lima ratus ribu untuk transportasi. Dari pemasukan enam juta, pengeluaran menjadi empat setengah juta. Sisa inilah yang bisa bunda kelola untuk tabungan atau investasi.
3. Anggaran (budgeting)
Anggaran adalah rencana keuangan bulanan. Misalnya, lima puluh persen pemasukan untuk kebutuhan pokok, tiga puluh persen untuk tabungan dan cicilan, serta dua puluh persen untuk hiburan. Dengan budgeting sederhana ini, bunda bisa mencegah uang habis tanpa jejak.
4. Tabungan (saving)
Tabungan adalah dana yang disisihkan. Contoh: bunda menyimpan lima ratus ribu per bulan. Dalam setahun terkumpul enam juta rupiah, cukup untuk membayar biaya masuk sekolah anak atau kebutuhan mendesak lain.
5. Dana darurat (emergency fund)
Dana darurat adalah tabungan khusus yang dipakai saat krisis, misalnya anak sakit atau suami kehilangan pekerjaan. Idealnya tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan. Jika pengeluaran empat juta, dana darurat sebaiknya minimal dua belas juta.n
6. Investasi (investment)
Investasi adalah cara menumbuhkan uang. Misalnya bunda membeli emas sepuluh gram atau menaruh uang di reksadana. Tahun depan nilainya bisa lebih tinggi. Dengan investasi, keuangan rumah tangga lebih siap menghadapi inflasi.
7. Uang atau pinjaman (debt/loan)
Utang adalah uang yang dipinjam. Misalnya cicilan motor dua tahun dengan angsuran satu juta per bulan. Bunda harus bijak mengatur agar hutang tidak lebih besar dari sepertiga pemasukan.
8. Cilan (installment)
Cicilan adalah pembayaran utang bertahap. Misalnya cicilan rumah sebesar dua juta per bulan. Cicilan boleh saja, tapi jangan sampai membuat bunda stres karena terlalu banyak tanggungan.
9. Kebutuhan vs keinginan (needs vs wants)
Kebutuhan adalah hal yang wajib, seperti makan, listrik, dan sekolah. Keinginan adalah tambahan, misalnya beli baju baru padahal masih banyak yang layak. Membedakan keduanya membantu bunda menghindari belanja impulsif.a
10. Cash flow (arus kas)
Cash flow adalah catatan uang masuk dan keluar. Misalnya pemasukan enam juta, pengeluaran lima juta, artinya ada sisa satu juta. Catatan sederhana ini membuat bunda tahu apakah keuangan sehat atau tidak.
11. Aset (asset)
Aset adalah harta bernilai, seperti rumah, motor, tabungan, atau emas. Aset inilah yang bisa digunakan jika suatu saat bunda butuh dana besar.
12. Liabilitas (liabilities)
Liabilitas adalah kewajiban yang harus dibayar, seperti cicilan rumah atau pinjaman bank. Jika aset lebih besar dari liabilitas, artinya keuangan keluarga sehat.
13. Nabung rencana (goal saving)
Ini adalah tabungan dengan tujuan tertentu. Misalnya bunda menabung khusus untuk biaya sekolah anak, liburan keluarga, atau ibadah umrah. Menentukan tujuan membuat bunda lebih semangat menabung.
14. Diversifikasi
Diversifikasi artinya tidak menaruh semua uang di satu tempat. Misalnya sebagian ditabung di bank, sebagian dibelikan emas, sebagian lagi investasi kecil-kecilan. Ini menjaga keamanan keuangan rumah tangga.
15. Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga barang yang membuat daya beli uang turun. Misalnya dulu seratus ribu bisa dapat banyak bahan dapur, sekarang hanya sedikit. Karena itu, bunda perlu menabung dan berinvestasi agar nilai uang tidak habis dimakan inflasi.
Bunda, kesehatan keuangan rumah tangga sangat berpengaruh pada kesehatan mental seorang ibu. Dengan memahami istilah-istilah ini, bunda tidak hanya belajar mengatur uang, tetapi juga menjaga ketenangan hati.
Rumah yang damai bukan hanya tercipta dari komunikasi, tetapi juga dari manajemen keuangan yang sehat. Mulailah dari hal sederhana, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, lalu sisihkan tabungan.
Dari langkah kecil, bunda bisa membangun masa depan keluarga yang lebih bahagia dan terjaga kesehatannya, baik mental maupun finansial.
Bagikan artikel ini:
Bagikan Artikel Ini