Mengapa Setelah Menikah Jadi Mudah Emosi? Yuk Bunda, Kita Pahami Bersama
Emosi dan Psikologi | 09 Sep 2025 | Athree | Dilihat 43x
Rumahpulih.com Bunda pernah merasakan nggak, saat masih pacaran terasa adem-ayem, jarang marah, komunikasi berjalan lancar, tapi setelah menikah justru jadi gampang tersinggung? Tiba-tiba hal-hal kecil yang dulu nggak pernah dipermasalahkan bisa bikin hati panas dan kepala ikut sumpek.
Kalau bunda sedang mengalaminya, percayalah: bunda nggak sendirian. Banyak pasangan baru menikah melewati fase yang sama.
Fase Adaptasi dalam Pernikahan
Menikah bukan sekadar menyatukan dua hati, tapi juga dua kebiasaan, dua pola pikir, bahkan dua cara mengelola emosi. Saat pacaran, intensitas pertemuan terbatas dan biasanya kita tampil dalam versi terbaik.
Namun setelah menikah, pasangan bertemu setiap hari, melihat sisi asli yang sebelumnya jarang muncul, termasuk kekurangan dan kelemahan masing-masing.
Menurut penelitian psikologi keluarga, masa-masa awal pernikahan disebut fase adaptasi. Di fase ini wajar sekali muncul gesekan, karena otak kita masih berusaha menyesuaikan diri dengan pola hidup baru. Apalagi bagi istri, faktor hormonal, kelelahan, bahkan ekspektasi setelah menikah bisa memperbesar emosi yang sebelumnya terpendam.
Mengapa Bisa Jadi Mudah Emosi?
Ada beberapa alasan yang membuat seorang istri merasa lebih emosional setelah menikah:
1. Perubahan peran dan tanggung jawab
Dari yang sebelumnya "sendiri", kini harus berbagi hidup dengan pasangan. Hal ini bisa memunculkan tekanan tersendiri.
2. Ekspektasi yang belum terpenuhi
Misalnya ingin segera pergi berlibur, ingin selalu diperhatikan, atau berharap pasangan langsung peka. Ketika tidak sesuai harapan, perasaan bisa jadi kecewa dan muncul dalam bentuk marah.
3. Kelelahan fisik dan mental
Aktivitas rumah tangga, pekerjaan, dan perubahan rutinitas bisa menguras energi. Tubuh lelah seringkali membuat emosi lebih mudah naik.
4. Sensitivitas terhadap perkataan pasangan
Kata-kata yang sebenarnya netral bisa terdengar lebih menyakitkan ketika hati sedang sensitif.
Bagaimana Cara Mengelola Emosi di Awal Pernikahan?
Bunda, kabar baiknya adalah semua ini bisa dilatih dan dikendalikan. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:
1. Sadari dulu perasaan yang muncul
Coba tanyakan pada diri sendiri: "Aku marah karena apa?" atau "Apakah benar suami berniat menyakiti?" Dengan mengenali pemicu, bunda bisa lebih mudah menenangkan diri.
2. Komunikasi dengan cara yang lembut
Bicarakan perasaan tanpa menyalahkan. Misalnya: “Aku jadi gampang tersinggung akhir-akhir ini, mungkin aku butuh lebih banyak waktu bersama kamu.”
3. Latih sabar bareng suami
Kalau suami tipe yang tenang, ini bisa jadi penyeimbang. Minta dia memberi kode lembut saat bunda mulai emosi.
4. Beri ruang untuk me time
Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit membaca buku, olahraga ringan, atau sekadar menarik napas panjang.
5. Perbanyak doa dan muhasabah
Mintalah ketenangan hati dari Allah. Rumah tangga bukan hanya soal cinta, tapi juga ladang ibadah dan latihan kesabaran.
Jangan Lupa, Ini Fase yang Wajar
Ingat ya bunda, perubahan emosi setelah menikah adalah hal yang wajar dan banyak dialami pasangan lain. Justru dengan melewati masa ini, bunda dan suami akan belajar saling memahami dan menghargai.
Setiap kali bunda merasa emosional, coba ingat kebaikan-kebaikan suami. Misalnya, bagaimana dia tetap sabar meski bunda marah, atau bagaimana dia ikut menangis ketika bunda merasa sedih. Hal-hal kecil itu bisa menjadi penguat bahwa cinta masih ada, hanya butuh waktu untuk belajar saling menyesuaikan.Kesimpulan
Kesimpulan
Menjadi gampang marah setelah menikah bukan berarti bunda tidak normal atau rumah tangga bunda bermasalah. Ini hanyalah bagian dari proses adaptasi.
Dengan komunikasi yang sehat, kesabaran, serta doa yang terus dipanjatkan, insyaAllah emosi bisa lebih terkontrol, dan rumah tangga menjadi lebih hangat dan penuh cinta.
Bagikan artikel ini:
Bagikan Artikel Ini