Bagaimana Menjadi Ibu yang Soft Spoken dan Penyabar?
Emosi dan Psikologi | 15 Sep 2025 | Admin Rumah Pulih | Dilihat 41x
Rumahpulih.com - Setiap ibu pasti ingin dikenal anak-anaknya sebagai sosok yang penuh kasih, lembut, dan sabar. Namun kenyataannya, sering kali rasa lelah, tekanan pikiran, dan rutinitas sehari-hari membuat kita mudah terpancing emosi.
Anak melakukan sedikit kesalahan saja, rasanya sudah ingin marah. Pertanyaannya, bagaimana cara agar seorang ibu bisa tetap soft spoken (berbicara dengan lembut) dan sabar menghadapi anak-anaknya?
Penelitian
Beberapa penelitian dalam bidang psikologi parenting menunjukkan bahwa:
Stres pengasuhan (parental stress) berhubungan erat dengan meningkatnya perilaku marah pada ibu. (Crnic & Low, 2002).
Anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering marah cenderung memiliki tingkat kecemasan dan perilaku agresif lebih tinggi. (Eisenberg et al., 2001).
Sebaliknya, pola komunikasi lembut dari orang tua dapat meningkatkan self-regulation (kemampuan mengendalikan diri) pada anak. (Gottman, 1997).
Dengan kata lain, bukan hanya anak yang butuh belajar, tetapi ibu pun perlu melatih regulasi emosi agar bisa menjadi teladan.
Solusi
Ada beberapa langkah yang bisa dipraktekkan untuk menjadi ibu yang lebih lembut dan sabar:
1. Sadari pemicu emosi
Catat momen-momen apa yang paling sering membuat Anda terpancing. Misalnya saat anak berisik, berantakan, atau lambat menuruti perintah. Kesadaran ini membantu Anda lebih siap menghadapinya.
2. Gunakan jeda sejenak (pause technique)
Saat emosi mulai naik, tarik napas dalam, hitung sampai 5, lalu baru merespons. Teknik sederhana ini terbukti menurunkan reaksi impulsif.
3. Ganti kata-kata kasar dengan bahasa positif
Alih-alih berkata "Kamu ini bikin Mama marah terus!", coba gunakan kalimat seperti "Mama lebih senang kalau kamu membereskan mainanmu sekarang."
4. Self-care untuk ibu
Kelelahan fisik dan mental sangat mempengaruhi kesabaran. Luangkan waktu istirahat, lakukan hobi singkat, atau minta bantuan pasangan/keluarga. Ibu yang bahagia lebih mudah menjadi sabar.
5. Belajar dari role model
Dengarkan podcast, baca buku parenting Islami/psikologi, atau ikuti komunitas ibu yang mendukung. Inspirasi dari orang lain membantu meneguhkan niat.
Kesimpulan
Menjadi ibu yang soft spoken dan penyabar bukan berarti tidak boleh marah sama sekali, tetapi bagaimana kita mampu mengendalikan emosi dan memilih cara bicara yang lebih lembut.
Dengan kesadaran, latihan, dan perawatan diri, seorang ibu bisa menjadi teladan yang penuh kasih. Ingatlah, setiap kata lembut yang keluar dari mulut ibu adalah investasi besar bagi tumbuh kembang emosi anak.
Bagikan artikel ini:
Bagikan Artikel Ini