Di Balik Cerita Dua Pernikahan

Komunikasi Keluarga | 09 Oct 2025 | Athree | Dilihat 42x

Gambar Artikel

Rumahpulih.com - Adik saya hidupnya sederhana. Suaminya bekerja tetap, berangkat pagi dan pulang setiap sore. Setiap akhir pekan mereka punya waktu bersama, makan malam sederhana, bercanda dengan anak-anak, dan menikmati hidup apa adanya.


Kalau ada hal di rumah yang perlu dibenahi, ada suaminya yang siap bantu. Hidup mereka mungkin tidak berlimpah harta, tapi ada kehadiran yang terasa utuh.


Sementara saya... hidup saya bisa dibilang berkecukupan. Segala kebutuhan tercukupi, bahkan keinginan kecil pun bisa saya wujudkan.


Tapi suami saya jarang di rumah. Pagi berangkat, malam baru pulang kadang malah tidak pulang karena harus kerja di luar kota.


Liburnya pun tidak menentu, dan sering kali saya harus menghadapi hari-hari panjang hanya ditemani sepi.


Banyak orang melihat hidup kami dari luar dan berkata, “Enak ya, hidupnya berkecukupan.”

 Padahal yang mereka tidak tahu, setiap kehidupan punya sisi yang tak terlihat. Adik saya mungkin kadang merasa berat dengan keterbatasan ekonomi, tapi hatinya tenang karena suaminya selalu hadir.


Saya mungkin terlihat santai dan tenang, tapi di balik itu ada rindu yang menumpuk, dan kadang air mata yang tak sempat jatuh.

Dari situ saya belajar, bahwa setiap pernikahan punya ujian dan bentuk kebahagiaan masing-masing. Tidak ada yang benar-benar sempurna.


Ada yang diuji dengan kekurangan, ada yang diuji dengan jarak. Ada yang diuji dengan waktu, ada juga yang diuji dengan kesetiaan dan kesabaran.

Yang terpenting bukan seberapa banyak yang kita miliki, tapi apakah suami dan istri saling berpihak dan menjalankan kewajiban dengan sungguh-sungguh.


Karena pada akhirnya, rumah tangga bukan tentang siapa yang paling ideal tapi siapa yang tetap bertahan dan saling menguatkan di tengah perbedaan cara hidup dan ujian masing-masing.


Iklan Tengah

Bagikan artikel ini:

Bagikan Artikel Ini
Iklan / Sponsor
Iklan
Iklan 2
Iklan Mengambang