Lalu Apa yang Hilang Setelah Romantisme?
Komunikasi Keluarga | 10 Oct 2025 | Athree | Dilihat 52x
Rumahpulih.com - Saat memilih pasangan hidup, jangan hanya terpikat pada romantis rayuan manisnya saja. Kata-kata manis dan perhatian di awal hubungan memang membuat hati berbunga, tetapi cinta sejati akan diuji setelah semua itu mereda.
Karena setelah masa-masa indah berlalu, yang tersisa bukan lagi rayuan atau janji manis, melainkan bagaimana kedua pasangan menghadapi hari-hari bersama dalam suka, duka, dan segala rutinitas yang terkadang membosankan.
Bayangkan kehidupan sehari-hari setelah pernikahan :
Bagaimana percakapan kalian di tengah sarapan sederhana?
Bagaimana suasana rumah ketika keduanya sama-sama lelah sepulang kerja?
Apakah kalian masih bisa saling menghargai saat sedang marah atau kecewa?
Bagaimana ia bersikap ketika dunia terasa berat dan keadaan tidak sejalan dengan harapan?
Dalam pernikahan, yang lebih penting bukanlah seberapa sering ia mengucap
“aku cinta kamu,”
tetapi bagaimana ia menunjukkan tanggung jawab, kesabaran, dan kejujuran dalam hal-hal kecil.
Lihatlah caranya mengelola uang, memperbaiki kesalahan, dan mengatur waktu.
Dari situ kamu akan melihat pola pikirnya, dan dari pola pikir itulah arah hidup kalian akan ditentukan.
Karena pernikahan bukan tentang siapa yang paling romantis, melainkan siapa yang mau terus berproses dan bekerja sama.
Kamu tidak sedang mencari seseorang hanya untuk bersenang-senang, tetapi seseorang yang mau bertahan ketika hidup tidak seindah bayangan.
Yang mau berjuang bersamamu, bertumbuh bersamamu, dan membangun kehidupan dengan nilai-nilai yang kalian sepakati bersama.
Pilihlah pasangan yang kebiasaannya selaras dengan hidup yang kamu impikan. Yang visinya tidak berhenti pada “hari ini”, tetapi juga menatap “masa depan”.
Yang ingin membangun rumah tangga yang penuh kedamaian, tempat anak-anak belajar arti kasih sayang, tanggung jawab, dan iman.
Karena pada akhirnya, cinta bukan sekedar perasaan yang bergejolak di awal,
tapi komitmen yang dijaga setiap hari.
Cinta adalah kerja sama, fondasi, dan ruang untuk tumbuh bersama. Dan ya, cinta memang segalanya asal kalian berdua tahu bagaimana cara menjaganya, dengan sabar, dengan iman, dan dengan hati yang terus saling kembali.
Bagikan artikel ini:
Bagikan Artikel Ini